Wisata Keluarga #5 - YUUHUU… STEAK 21


Anak-anak yang ayah cintai dan banggakan… semoga Alloh senantiasa menjaga kalian…

Seperti biasa, kalau ayah di rumah kita makan bersama sambil ngobrol2… Hari itu ayah sempat bercerita tentang pengalaman kerja ke Karawang. Ayah membantu teman dalam rangkaian sosialisasi aplikasi pemetaan kebutuhan guru se-Jawa Barat. Karawang adalah tempat terakhir pada rangkaian sosialisasi itu. Sehingga para pejabat datang dan mengundang kami untuk makan di Steak 21.

Disela-sela cerita tentang steak 21, rupanya ada yang nggak suka, karena dianggapnya Ayah hanya bercerita, tanpa pernah ada niat untuk mengajak ke sana.

Nah berhubung ada kesempatan, Ayah terpikir untuk mengisi waktu minggu ini dengan pergi ke sana. Bersyukur bibi kalian, Lek Iyang juga turut serta. Kita bergerak ke Karawang menuju mall baru, Resinda Mall lalu kemudian ke Steak 21.

Meskipun agak jauh, alhamdulillah kita sampai disana. Jarak rumah ke Resinda Mall dan Steak 21 adalah 54,4 km dan ditempuh dengan waktu perjalanan kurang lebih satu jam.

Mall Resinda sangat bagus, tempatnya luas, banyak fasilitas, bersih dan modern. kita berkeliling di dalam mall, masuk ke beberapa toko mainan anak-anak dan barang2 impor di sana, gerai miniso salah satunya. Miniso adalah nama gerai yang menjual barang barang asli buatan jepang.

hari semakin siang, dan Ayah memutuskan untuk segera menuju Steak21. Steak 21 adalah salah satu brand/merk warung steak yang ada di karawang. Kata ‘steak’ berasal dari kata dalam bahasa Skandinavia yaitu ‘steik’ yang ada pada pertengahan abad ke-15. 

Steak sendiri pertama kali dikenalkan oleh tentara Inggris di Perancis setelah perang Waterloo. Biasanya masakan ini terbuat dari sekerat daging seberat 100gr - 400gr dengan saus minimalis dan menggunakan api arang.

Bagi kebanyakan orang, Steak 21 adalah tempat makan steak yang tidak biasa karena dibangun di bekas pesawat yang sudah tidak digunakan lagi… Makan disajikan di kabin kapal… pelayannya mengenakan pakaian pramugari, pramugara, dan pilot.


kami memesan beberapa makan, A Iqbal dan Teh Naura masing masing memesan steak sirloin dan tenderloin.

 

Saat pesananan datang, kami sadar bahwa orang barat itu cerdas … mereka senang makan daging, tetapi tidak lupa dengan kentang dan sayuran. Mereka melengkapi makanan yang mereka suka dengan memperhatikan kandungan gizinya. Steak yang disajikan adalah paket komplit karena ada karbohidrat atau sumber tenaga dari kentang, ada protein dan lemak dari daging, serta ada vitamin dan mineral dari sayuran. Porsi makan seperti ini yang dikenal dengan “Empat sehat Lima sempurna

Seusai santap siang, kami bergegas shalat dzuhur di mushala sekitar steak 21. Menjelang sore kami bersiap untuk pulang. Eh ternyata saat masuk jalan toll turun hujan besaaar sekali dengan angin kencang dan petir menyertai… besarnya hujan menimbulkan genangan air disana sini. Mobil katana yang kami kendarai, AC dan lampunya sudah dinyalakan, tetapi jarak pandang tetap terbatasi, ditambah lagi ada kebocoran di sekitar pedal gas… akhirnya kami putuskan untuk menepi di rest area KM 57, menunggu hujan reda.

Jika hujan sangat deras turun saat kita sedang berada dalam kendaraan, maka sangat direkomendasikan untuk berjalan sangat pelan dan menyalakan lampu hati-hati. Saat hujan, kewaspadaan harus ditingkatkan karena jalanan menjadi licin dan jarak pandang menjadi sangat terbatas. Jangan lupa pula, banyaklah berdo’a karena sesungguhnya hujan adalah rahmat dari Allah yang maha pengasih… Saat hujan turun, nabi mengajarkan agar kita berdoa Allohumma soyyiban naafiaan... Ya Allah turunkanlah pada kami, Hujan yang bermanfaat.

Hujan sangat deras dan agak lama, kami hanya bisa memarkir Katana tua kami dengan mesin tetap menyala. Saat hujan, AC mobil harus dinyalakan agar udara di kabin mobil bersirkulasi dan kaca depan tidak kabut. ayooo ada yang tahu mengapa kaca mobil berembun bila AC mobil dimatikan saat hujan? Selamat belajar ya

Semoga perjalanan kali ini menyenangkan, membuka wawasan, dan memupuk semangat untuk terus mencari tahu hal-hal baru. 


Wisata Keluarga #4 - Tour de Jatiluhur

Anak-anak yang ayah cintai dan banggakan… semoga Alloh senantiasa menjaga kalian… 
Alhamdulillah hari minggu, 29 April 2018 yang lalu kita bisa jalan-jalan di area waduk Jatiluhur.

Kita sepakat untuk makan diluar, tetapi nasi dan lalapan dibawa dari rumah, sedangkan lauknya beli dari temannya ibu, Teh Pipin. Teh Pipin adalah murid Mbah Uti, sementara anaknya teh Pipin adalah muridnya Ibu. 

Sebelum berangkat, Ibu memesan Ikan bakar sebagai lauk makan siang kami, agar ketika kami tiba Ikan bakar siap disajikan. Danau Jatiluhur hanya berjarak 2-3 km dari rumah kita. Karenanya baru saat menjelang waktu makan siang, kita mulai bergerak menuju danau Jatiluhur. 

Saat kami tiba, ikan baru setengah matang. Ayah - Ibu berbincang dengan teh Pipin. Sambil menunggu pesanan matang, Teh Pipin menyuguhkan es kelapa muda sebagai minuman sambutan, welcome drink istilahnya… Alhamdulillah di cuaca panas terik mendapat es kelapa muda yang disuguhkan dengan penuh keramahan, rasanya sungguh segar luar biasa… 

Saat pesanan datang, kita sempat kaget karena ikan bakar yang dipesan juga ternyata banyak sekali... Teh Pipin rupanya memberi bonus 2 ekor ikan bakar… Alhamdulillah.... jadi banyak deh.... Semoga Alloh melancarkan usaha bakar ikan Teh Pipin. 

Tuh kan bener kata Nabi, silaturahmi itu membuka jalan-jalan rezeki. hari ini, hadits itu terbukti...
 
 
Setelah pesanan datang, kita bergegas mencari tempat yang nyaman untuk makan bersama. Aa mengarahkan ke tanah datar yang ditumbuhi rerumputan hijau, tempatnya nyaman dan tak jauh dari bibir danau. 

Seraya mengucap syukur, kita menyantap makan siang yang istimewa dengan lahapnya… nasi dan sayuran rebus dipadu dengan ikan bakar panas yang disandingkan dengan aneka sambal sungguh menggugah selera... daan ada yang nambah lagi dan lagi lho… hehehe… Alhamdulillah. semoga makan kita menjadi energi penguat untuk kita terus beribadah kepadaNya. 

Anak-anak yang ayah cintai dan banggakan, hingga saat ini kita hidup di Jatiluhur, kab. Purwakarta. Jatiluhur adalah daerah yang terkenal dengan waduk dan PLTA nya, dan kita perlu bersyukur lho atas anugerah ini… 

Waduk adalah danau yang sengaja dibuat untuk membendung air sungai dan menampungnya dalam jumlah yang banyak. Sedangkan PLTA adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air. 

Waduk Jatiluhur adalah waduk buatan terbesar di Indonesia. Waduk ini dibuat dengan membendung sungai terpanjang di Jawa Barat, yakni sungai Citarum. Kalian sudah tahu kan kalau sungai Citarum itu panjangnya 300 km? 

Oia, kalau kita baca sejarah, Waduk Jatiluhur ini mulai dibangun pada tahun 1957 dan diresmikan pada tahun 1967 oleh presiden Soekarno. PLTA Jatiluhur dibangun oleh kontraktor dari Perancis dan mampu memproduksi listrik yang bisa menerangi daerah daerah di pulau Jawa dan di pulau Bali. … subhanalloh.

Karena menyokong listrik se-Jawa Bali, maka PLTA Jatiluhur dianggap sebagai objek vital. kalian ingat kan, saat marak isu teroris yang akan meledakkan bom? waduk Jatiluhur sempat dijaga oleh pasukan gabungan, dari TNI dan POLRI.

Nah, begini nih hubungan danau dan PLTA. 

cara membuat PLTA kurang lebih seperti ini, air dikumpulkan di waduk sampai ketinggian tertentu, lalu dialirkan ke tempat yang lebih rendah, air danau diarahkan agar melalui celah sempit lalu digunakan untuk memutar turbin. Turbin berputar dan menghasilkan energi listrik. 

Nah listriknya disimpan di gardu-gardu listrik sebelum disalurkan ke rumah atau industri. Kalau PLTAnya rusak, tentu tidak akan ada listrik. Dan kalau PLTA Jatiluhurnya rusak,  maka daerah Jawa - Bali akan gelap gulita. 

Waduk Jatiluhur merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Selain untuk PLTA, airnya juga diolah dan dikemas dalam gelas dan botol plastik untuk dikonsumsi. Disini juga ada keramba apung, tempat membudidayakan ikan Nila, ikan Mas, dan ikan Patin.

Waduk Jatiluhur areanya luas dan indah, sehingga menarik untuk dikunjungi. Banyak masyarakat datang dengan berbagai tujuan. Ada yang hendak menikmati pemandangan, ada yang hendak memancing, ada yang ingin berwisata ke waterboom, ada yang berjualan, dan lain sebagainya. 

Kalau kita tujuannya jalan jalan – makan makan – dan menikmati pemandangan yang indah, sambil mengingat yang Maha Mencipta 
Subhanalloh…  
 
Jatiluhur adalah satu dari tiga waduk yang dibuat untuk membendung aliran sungai Citarum. Saking panjangnya, sungai Citarum dibendung di tiga tempat, yaitu Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. 

Baru-baru ini, di Sumedang dibuat juga bendungan, Bendungan Jatigede, dan di Kabupaten Bandung Barat ada Bendungan Cisokan. 

Sampai sini dulu ya... kapan-kapan kita jalan ke waduk yang lain … insyaAlloh

Di cerita kali ini kalian cuman baca aja ya... petanyaannya nanti minta dibuatkan sama ibu aja… hehehe …

Wisata Keluarga #3 - Tour de Pangandaran

Tulisan ini sebenarnya kurang pas bila diberi judul wisata keluarga. Pasalnya kita memang tidak pergi untuk berwisata. 

Sebagaimana Ayah pernah sampaikan, beberapa hari lalu Ayah dihubungi humas di sekolah terdahulu. Ayah diundang untuk datang pada acara perpisahan siswa kelas XII. Ayah yang tahun ini mutasi ke Bandung diharapkan datang agar acara perpisahannya sekalian, dalam satu waktu. Dalam undangan disebutkan bahwa Ayah diperkenankan untuk membawa serta seluruh anggota keluarga.

Bila Ayah berangkat sendiri, tentu mudah, praktis, tidak perlu pertimbangan. Tetapi Ayah kan punya keluarga yang juga pernah berinteraksi dengan warga sekolah. Ayah merasa perlu mempertemukan Ibu dengan teman-teman Ayah, mengucap perpisahan secara langsung. Masalahnya, bila Ibu ikut, maka kalian juga ikut, sementara Dede Arshad masih bayi dan acara perpisahan dilaksanakan di pantai Pangandaran. 

Ayah sangat khawatir kalian tidak kuat selama di perjalanan. Perlu kalian tahu bahwa jarak dari Purwakarta ke Pangandaran adalah 245 km atau sekitar 6 jam perjalanan. 

Untuk sampai di sana kita harus melewati beberapa kabupaten/kota: Purwakarta – Bandung – Garut – Tasik – Ciamis – Banjar – Banjar Sari – Pangandaran. yuk coba buka google maps nya


Akhirnya, hari Jum’at 20 April 2018 kita berangkat full team; Ayah, Ibu, Aa, teteh, dan De Ar. Seraya berdo'a, Ayah meyakini bahwa lelah dan jenuh selama diperjalanan akan terobati begitu kalian menyaksikan indahnya Pantai Pangandaran. Fasilitas bermainnya lengkap dan bermain-main di pinggir pantai tentu akan memberi pengalaman tak terlupakan…  

Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, Alhamdulillah, atas izin Alloh kita sampai di Pangandaran. Sore hingga malam itu dihabiskan dengan silaturahmi dan acara perpisahan, keesokan harinya acara bebas, sehingga kita bisa bermain full seharian di pantai.

Di Pangandaran A iQbal belajar naik motor cross dan belajar surfing. Naik motornya sendiri, padahal belum pernah mengendarai motor sebelumnya, motornya pake gigi lagi, bukan motor matic… hanya dengan dijelaskan satu-dua kali, A Iqbal langsung bisa bawa sendiri... Alhamdulillah Aa belajar hal baru

Sementara itu, Naura yang agak cenderung sulit bergaul, nampak asyik bermain pasir dan ombak bersama teman barunya, Tiara dan Wasilatul… Bahkan tak lama kemudian mereka menunggangi kuda sewa bersama… Alhamdulillah, Naura mulai bisa cepat bersosialisasi dengan teman baru.


Oia, Pangandaran hanya salah satu pantai yang bagus yang sudah tertata. Sebenarnya, di dekat rumah kita, di sekitar Purwakarta, juga ada pantai. Berjalan kearah utara Purwakarta, kita akan sampai di  karawang. Disana ada beberapa pantai yang juga mulai banyak dikenal, ada pantai tanjung baru (45 km), pantai tanjung pakis (70 km), dan pantai samudera baru (30 km).

Negara kita, Indonesia, merupakan negara kepulauan. Negara yang memiliki garis pantai terpanjang ke-3 didunia. Indonesia punya banyak sekali pantai yang sangat bagus lho… Ayah pernah lho ke Gili Trawangan, Gili Manuk, dan Gili Meno, juga singgah di pantai senggigi di lombok. Asli, indah luar biasa...  Subhanalloh...  

Ayah harap kalian punya kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat indah tersebut... Kita mulai dari yang dekat-dekat dl saja ya... jangan lupa, kalian harus soleh - sehat – mau bantu-bantu ya, insyaAlloh kapan2 kita ke pantai (yang lain) lagi …

Di Pangandaran, kita bisa melihat kegiatan nelayan sehari hari. Para nelayan akan pergi ke laut di malam hari dan pulang di pagi hari. Mereka memanfaatkan angin yang berhembus ke laut di malam hari, angin darat namanya. Nelayan biasanya bekerja berkelompok, mencari ikan ditengah laut, tanpa penerangan yang mencukupi, tanpa alat keselamatan yang memadai … mereka berjuang menghidupi keluarga dengan mencari ikan. Subhanalloh, sungguh perjuangan yang luar biasa…

Oia, Alloh menyediakan berbagai sumber kehidupan manusia di laut. Ada bermacam-macam ikan, kepiting, udang, sotong/cumi-cumi, rumput laut, dan lain sebagainya. Kita di negara yang hampir seluruh daerahnya dikelilingi laut, wajar bila kemudian negara kita disebut negara maritim.

Kita hidup dengan laut disekeliling kita, dan laut menyiapkan sumber daya yang sangat banyak untuk kehidupan kita. Sayangnya, kehidupan di laut bisa saja musnah karena terancam oleh ulah manusia. Coba perhatikan saat kalian di pantai, sampah berserakan dan sebagian terbawa ombak ketengah laut. Orang-orang memakan mie instan, makanan ringan, dan lainnya tanpa membuang sampah pada tempatnya. Kalau ini dibiarkan, air laut akan yang semakin kotor. 

kualitas Air laut juga dipengaruhi oleh air sungai yang bermuara di laut. Kalian kan tahu sendiri bagaimana kotornya sungai-sungi di sekitar kita. Sebabnya sama, karena sampah tidak dibuang pada tempatnya. Ditambah lagi ada perusahaan nakal yang membuang limbah ke sungai. 

Kalau pengunjung yang bermain dipantai buang sampah sembarangan, yang di kota membuang sampah ke sungai, limbah dibbuang ke sungai, maka pasti air akhirnya bermuara di laut akan menjadi yang kotor, penuh sampah dan limbah. 

Bila air laut kotor, banyak sampai,dan mengandung limbah, tentu ikan dan biota laut lainnya tidak akan lagi bisa hidup disana. Akhirnya laut tak lagi bisa diharapkan sebagai sumber kehidupan karena ulah manusia. Kalau sudah demikian, yang susah kan kita juga.

Maka, jangan kesal bila Ayah dan Ibu sering mengingatkan untuk buang sampah pada tempatnya. Itu untuk kebaikan kita semua. Jagalah kebersihan, karena kebersihan sebagian dari iman.

Oia, coba dijawab ya, cepet-cepetan antara Aa sama teteh... pertanyaannya:

1.       Kalau air sungai kotor air lautnya bakal gimana?

2.       Kalau lautnya kotor trus ikan dan hewan lautnya gimana?

3.       Kalau lautnya kotor siapa yang rugi?

4.       Bagaimana supaya sampah sedikit?

5.       Apakah kita memproduksi sampah?

6.    Bagaimana supaya sampah dari rumah tangga sedikit?

7.    Kira-kira ssupaya pabrik tidak buang limbah ke sungai harus digimanain?

8.       Apa yang bisa kita lakukan agar laut tetap bersih dan pantai tetap indah?

Alhamdulillah... semoga perjalan kemarin menyenangkan...Mari jaga lingkungan agar lestari, Jagalah lingkungan maka lingkungan akan menjaga kita... jaga kebersihan karena kebersihan sebagian dari iman… dan kebersihan itu pangkal dari kesehatan…


Wisata Keluarga #2 - Goes To Bandung By Train

Seri Catatan Perjalanan Keluarga

Hai, anak – anak ayah yang ayah cintai dan banggakan... Semoga Allah senantiasa menjaga kalian... 
Hari selasa kemarin, tanggal 1 Mei 2018 kita libur sekolah. Hari itu bertepatan dengan hari buruh atau dikenal dengan istilah MAY DAY. 

Memanfaatkan waktu luang, ayah mengajak kalian untuk belajar naik kereta api dari Purwakarta ke Bandung. Kereta yang kita gunakan adalah kereta lokal, tepatnya kereta lokal Cibatuan. Dinamakan Cibatuan karena kereta itu berangkat dari dan ke Cibatu, Garut. Kereta itu berangkat jam 4.20 wib dari Purwakarta. Agar tidak terlambat, kita berangkat jam 4.00 dari rumah, dan alhamdulillah kita bisa naik tepat waktu...

Saat pergi, waktu solat subuh adalah jam 4.35 wib  tetapi kereta berangkat 4.20 wib, maka tidak ada kesempatan solat di musola. Kalau nunggu sampai Bandung dulu, malah keburu siang. Untungnya, Alloh yang Maha Bijaksana, memberi kemudahan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan. Saat di perjalanan, kita boleh tidak wudu tetapi cukup menggantinya dengan tayamum... Alloh juga mengizinkan kita solat sambil duduk, hanya dengan dengan isyarat (tanpa pake ruku dan sujud), dan menghadap ke mana saja mengikuti jalannya kereta. 

Oleh karena itu, Ayah solatnya di kereta saja.
Alloh memberi kemudahan untuk kita yang sedang dalam perjalanan. Selain dengan solat dengan isyarat, solat diperjalanan bisa dilakukan dengan cara dikumpulkan atau dijamak. Misal solat ashar dengan solat dzuhur disatukan di waktu ashar. Jadi solatnya dzuhurnya sore hari tapi 8 rokaat (dzuhur dulu baru ashar)

Dari perjalanan kemarin kita belajar bahwa kita harus tepat waktu, bahkan kita harus datang lebih awal agar tidak ditinggal kereta... Oia, kalau mau naik pesawat terbang kita harus lebih ontime lagi lho, satu jam sebelum keberangkatan kita harus sudah ada di bandara. Kalau nggak percaya, cobain aja... hehehe... Ayo siapa yang sudah naik pesawat terbang... eh siapa mau naik pesawat terbang? Hehehe... Ayah ingin ngajak kalian semua naik pesawat terbang, cuman belum ada DANA... Doain ayah & ibu sehat trus punya rezeki lebih ya... inysaAlloh suatu waktu, kita bisa naik pesawat terbang sama-sama... aamiin

Selain tepat waktu, kita juga harus mempersiapkan bekal untuk diperjalanan, harus merencanakan perjalanan, dan harus saling membantu agar perjalanan menjadi menyenangkan bagi semua... 
Semoga perjalanan kita selanjutnya bisa lebih menyenangkan, lebih terjangkau, dan lebih terencana... 
Oia... Kalau dihitung, biaya perjalanan purwakarta - bandung pake kereta teh segini lho


Nah, anak – anak ayah yang ayah cintai dan banggakan... Dari ketiga cara ini, 
1. Manakah perjalanan yang biayanya paling murah?
2. Manakah perjalanan yang paling mudah?
3. Manakah perjalanan yang paling menyenangkan?
4. Kalian mau jalan-jalan kemana lagi?

Ayah senang, Aa dan teteh bisa mandiri selama diperjalanan, dan membantu Ibu -mengasuh De Ar- saat diperlukan. Tetap jaga kesehatan, nikmati pelajaran tetapi teruslah ambil pelajaran dari setiap kejadian.

insyaAllah kedepan kita akan naik kereta lagi, bisa ke Jakarta, Jogja, Surabaya atau tempat lainnya. 

Renungan Kita- #1 Kita Sakit itu Musibah atau Hukuman Siih?

Anak-anak yang ayah cintai dan banggakan, masih ingat kan kalau beberapa waktu ini kita bergantian sakit?

Pertengahan maret 2018 lalu, kita semua sakit. Mulai dari A iQbal yang batuk – pilek – demam, disusul teteh Naura yang juga batuk – pilek – demam, lalu dede Arshad juga mengalami hal yang sama. Kelelahan mengurusi kalian yang bergantian sakit, akhirnya ibu sakit juga… 

Meski demikian, Alhamdulillah atas izin Alloh, A iQbal sembuh, meskipun harus dua kali ke dokter. Teteh Naura, sembuh setelah berobat juga ke dokter.  Dede Arshad juga akhirnya sembuh setelah 5 hari dirawat di RS. Karina Medika Purwakarta.

Anak-anak yang ayah cintai dan banggakan, Allah menyuruh kita belajar dari setiap kejadian. Nah, dari kejadian sakitnya kita yang berturut-turut itu, coba kalian pikirkan: 
1. Apa kamu senang kalau kamu sakit?
2. Apa penyebab kamu sakit?
3. Kalo kamu sakit, rugi atau untung?
4. Kalau rugi, ruginya apa? Siapa yang rugi?
5. Kalau untung, untungnya apa? Siapa yang untung?
6. Kamu nggak sekolah berapa lama?
7. Ketinggalan pelajaran sekolah nggak?
8. Siapa yang paling menderita kalau kamu sakit?
9. Apakah kamu ingin selalu sehat?
10. Kamu tahu caranya supaya tetap sehat?

Anak-anak yang ayah cintai dan banggakan, sebenernya Alloh sudah ngasih resep anti sakit lho… kalau dipraktekan, kita nggak bakal sering sakit… seperti nabi Muhammad Sollallohu Alaihi Wasallam.
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa sepanjang hidupnya, nabi hanya sakit dua kali, dan sakit yang kedua menjadi sebab beliau wafat.

Seumur hidupnya, nabi mempunyai kebiasaan yang menyehatkan, yaitu:
1. Tidur awal, selesai isya lalu tidur;
2. Tidurnya miring ke kanan;
3. Sebelum tidurnya wudhu dulu trus dzikir+doa nunggu ngantuk;
4. Bangun sebelum subuh, solat tahajud tidak pernah terlewat;
5. Menjaga kebersihan badannya, selalu bersih (karena selalu wudhu) dan mandi rutin;
6. Gosok gigi, hampir dilakukan setiap akan solat;
7. Solatnya banyak dan lama; solat wajib (subuh – dhuhur – magrib – isya). Kalau pagi solat duha, malamnya tahajud;
8. Rajin berjalan kaki (olah raga), nabi selalu jalan kaki ke mesjid;
9. Rajin membantu pekerjaan rumah;
10. Minum madu;
11. Selalu puasa senin – kamis;
12. Makan – minum sambil duduk;
13. Tidak meniup makanan – minuman yang masih panas;
14. Tidak mencela makanan, kalau suka dimakan, kalau tidak dibiarkan;
15. Tidak pernah berburuk sangka;
16. Tidak pernah ngomongin orang;
17. Sabar dan tidak suka marah;
18. Selalu tersenyum pada orang;
19. Selalu bersyukur atas hal yang dimilikinya;
20. Hormat pada orang tua, sayang pada yg lebih muda;
21. Dan masih banyak lagi

Nah, dari sekian banyak kebiasaan nabi, manakah yang sudah jadi kebiasaan kalian? Hayoo jawab dgn jujur! Mari mulai tiru  kebiasaan nabi, agar hidup kita lebih sehat lagi ya. Mari kita tiru kebiasaan nabi mulai dari hal yang mudah, mulai saat ini, dan mulai dari diri sendiri.

Jangan menunda bila sudah waktunya mandi, rutinkan gosok gigi, segera tidur setelah isya, berusaha bangun lebih pagi lagi, badan harus bergerak terus, A iQbaL usahakan solat di mesjid, teteh solatnya juga mulai dijaga…

Semoga dengan mengikuti kebiasaan nabi, fisik kita jadi lebih sehat, pikiran kita jadi lebih fokus, dan hati jadi lebih tenang. Kalau sudah banyak mengikuti cara hidup nabi tetapi masih sakit juga, insyaAlloh sakitnya adalah musibah bukan hukuman…

SOAL BERHADIAH
1. Teteh Naura_Dede Arshad dirawat selama 5 hari di RS. Karina Medika. Setiap hari ada 4 orang yang menjenguk. Banyaknya orang yang menjenguk selama dede di rumah sakit adalah … orang.

2. Teteh Naura_misalkan murid ibu bernama Adi, Budi, Cica, Dinda, dan Evi menjenguk dede Arshad dan memberinya amplop. Adi memberi 5000, Budi memberi 5000, Cica memberi 10.000, Dinda memberi 15.000, dan Evi memberi 25.000. uang yang terkumpul ada … . 

3. A iQbaL_ Dede Arshad dirawat selama 5 hari di RS. Karina Medika. Di Rumah sakit tersebut, dede dikenakan biaya sewa kamar Rp300.000,00 per hari, biaya perawatan Rp300.000,00 per hari dan biaya obat dan pemeriksaan dokter Rp400.000,00 per hari. Berapakah total biaya yang harus disiapkan Ayah?

4. A iQbaL_Biaya perawatan dede ditanggung Ayah dan Asuransi. Jika asuransi membayar Rp3.500.000,00. Berapakah Ayah harus membayar ke rumah sakit?

Hadiahnya bisa kalian ambil di Ibu ya... tambahan uang jajan mingguan... 

Foto Guru dan Tendik 2023

 https://drive.google.com/drive/folders/1gE4q2TOemgEUJ79XwaHjkRd-rcLzMo_B